Penyebab Gangguan Mental: 7 Kebiasaan Pemicunya

Penyebab gangguan mental bisa beragam. Namun, ada 7 kebiasaan yang jika dibiarkan bisa menjadi pemicu munculnya gangguan mental. Kenali kebiasan buruk tersebut agar resiko dan frekuensi gangguan mental berkurang.

Penyebab-Gangguan-Mental
Meskipun penyebab gangguan mental memang beragam karena berbagai alasan, ada kebiasan-kebiasan pemicu yang bisa menyebabkan kambuhnya penyakit mental

Saat mengetahui seseorang mengalami gangguan mental, salah satu hal yang terlintas begitu saja di dalam benak kita adalah, apa sih penyebabnya?

Atau jika kita yang mengalaminya, tentu kita bertanya, bagaimana kita bisa terkena gangguan mental?

Untuk menjawab keresahan hati mengenai penyebab gangguan mental tersebut, perlu kita kenali terlebih dahulu, apa itu gangguan mental dan bagaimana penyakit ini terjadi.

Gangguan Mental Menurut WHO

Setiap manusia memiliki dua dimensi yang terdapat dalam dirinya masing-masing, yaitu jasmani (fisik) dan rohani (jiwa atau mental). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, definisi kesehatan manusia adalah sejahtera secara fisik, mental, sosial dan bukan sekadar tidak memiliki penyakit atau kelemahan.1

Sementara kesehatan mental sendiri memiliki cakupan arti: sehat secara emosional, psikologis, dan sosial.

Kesehatan mental memiliki pengaruh terhadap bagaimana cara seseorang berpikir, merasakan dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga berkaitan dengan bagaimana seseorang dapat menangani stres, berhubungan dengan orang lain dan membuat pilihan dalam hidupnya.2

Jika seseorang tidak dapat menangani stres yang ditemui dalam kehidupannya, akan memicu munculnya sekumpulan gejala yang kemudian disebut sebagai gangguan mental.

Gangguan mental memiliki berbagai jenis. Diantaranya adalah gangguan kecemasan, depresi, gangguan makan, gangguan tidur, skizofrenia, demensia, gangguan adiksi, gangguan kepribadian, dan sebagainya. Gejalanya juga bervariasi, tergantung pada jenis gangguan, penyebab, dan faktor resikonya.

Untuk mengetahui jenis gangguan mental yang dialami seseorang, perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh oleh dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater) atau ahli jiwa (psikolog).

Pemeriksaan ini akan menghasilkan sebuah diagnosis berdasarkan gejala yang tampak, dan berpatokan pada The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).

Penyebab Gangguan Mental

Secara umum, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan mental seseorang. Penyebab gangguan mental dapat dikaitkan dengan faktor biologis dan psikologis. Berikut uraiannya.

#1 Faktor biologis, biasanya disebut gangguan mental organik

  • Gangguan pada fungsi sel saraf di otak.
  • Infeksi, misalnya akibat bakteri Streptococcus.
  • Kelainan bawaan atau cedera pada otak.
  • Kerusakan otak akibat terbentur atau kecelakaan.
  • Kekurangan oksigen pada otak bayi saat proses persalinan.
  • Memiliki orangtua atau keluarga yang menderita gangguan mental.
  • Penyalahgunaan NAPZA dalam jangka panjang.
  • Kekurangan nutrisi.

#2 Faktor psikologis

  • Peristiwa traumatik, seperti kekerasan dan pelecehan seksual.
  • Kehilangan orang tua atau disia-siakan di masa kecil.
  • Kurang mampu bergaul dengan orang lain.
  • Perpisahan dengan pasangan akibat perceraian atau ditinggal mati.
  • Perasaan rendah diri, tidak mampu, marah atau kesepian.3

Perempuan memiliki risiko yang tinggi untuk terkena gangguan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan. Sementara laki-laki lebih berisiko memiliki ketergantungan zat, gangguan adiksi, dan antisosial, dibandingkan dengan perempuan.4

Kebiasan Penyebab Gangguan Mental

Selain faktor penyebab di atas, tanpa kita sadari gangguan mental juga dapat dipicu oleh pikiran dan kebiasaan yang sering kita sepelekan.

Berikut ini 7 kebiasaan yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan mental dan memicu munculnya gejala gangguan mental.

#1. Pesimis

Orang yang pesimis cenderung tidak memiliki harapan dan mudah putus asa. Akibatnya, ia lebih mudah menyerah dan menyalahkan dirinya sendiri. Pesimisme ini tidak hanya mempengaruhi cara memandang segala sesuatu dalam hidup. Jika dibiarkan berlarut-larut dan tidak ditangani dengan baik, akan memicu munculnya gejala gangguan mood, yaitu depresi.

Oleh karena itu, sebaiknya belajarlah berpikir positif. Kamu dapat mengenali kelemahan dan kekuatan diri, kemudian fokuslah pada kekuatan tersebut.

#2. Perfeksionis

Seseorang yang perfeksionis cenderung menginginkan semua hal dalam hidupnya berjalan sesuai rencana secara sempurna, tanpa ada cela. Standar kesempurnaan ini seringkali membuatnya kecewa dan sedih, terlebih jika kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Bila hal ini tidak dikendalikan, akan memicu munculnya gejala gangguan kecemasan.

Untuk menghindari hal itu terjadi, sebaiknya belajarlah untuk menetapkan tujuan yang realistis, dapat dicapai, dan menghadapi kesalahan sebagai bentuk pembelajaran. Jika kamu mulai merasa cemas, cobalah menenangkan diri dengan teknik relaksasi pernafasan.

#3. Pikiran obsesif

Obsesi adalah pikiran negatif yang muncul dan tidak terkendali akan suatu kejadian, baik yang terjadi di masa lalu maupun yang sedang dihadapi.

Contohnya, kamu terobsesi untuk selalu mengikuti perkembangan artis A, ingin tahu apa yang dilakukannya hari ini, kemana saja ia pergi, atau ia sedang bersama siapa.

Lalu pikiranmu hanya tertuju pada kehidupan artis A tersebut dan memupuk perasaan yang di luar batas kewajaran.

Hal ini tentunya akan membuat tubuh dan otak menjadi lelah, nafas dan denyut jantung meningkat cepat, lalu tubuh akan melepaskan hormon stres yang akan berdampak pada kesehatan fisik dan emosional.

Cobalah tarik nafas sejenak.

Sadarkan dirimu bahwa apa yang menjadi obsesimu adalah ilusi semata. Pandanglah apa yang terjadi di sekitarmu, kembalikan diri ke kehidupan yang seharusnya kamu jalani.

Jika kamu merasa tidak mampu melepaskan diri dari obsesi tersebut, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

#4. Rendah diri

Orang yang cenderung rendah diri acapkali menilai dirinya serba kurang, lalu membandingkan diri dengan orang lain. Kebiasaan ini akan membuatnya menjadi mudah stres hingga memicu gejala depresi.

Agar tidak berlanjut, cobalah berfokus pada apa yang kamu punya dan maksimalkan potensi yang dimiliki. Jangan terlalu memikirkan komentar orang lain tentang dirimu.

#5 Kurang tidur

Jika kurang tidur, kinerja sistem tubuh kita juga akan kacau dan dapat mengganggu kesehatan mental. Biasakan diri untuk tidur 8 jam sehari. Atau jika kamu mengalami gangguan tidur, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

#6 Malas bergerak

Dari beberapa penelitian ditemukan bahwa orang yang aktif cenderung tidak mengalami depresi, karena aktivitas fisik akan menurunkan risiko munculnya gangguan tersebut. Hal ini dikaitkan dengan endorfin yang dihasilkan dari aktivitas fisik tersebut, yang mampu membuat suasana hati lebih baik dan nyaman.

Kamu dapat memulai dengan aktivitas fisik sederhana, seperti berjalan di luar rumah, naik-turun tangga, bersepeda, atau aktivitas lainnya. Kamu juga dapat mempertimbangkan untuk melakukan olahraga yang kamu sukai.

#7 Memendam amarah

Dalam jurnal Advances tahun 2017, para ahli di Inggris menemukan bahwa orang yang tidak bisa meluapkan amarahnya secara sehat lebih rentan mengalami berbagai gejala depresi. Oleh karena itu, cobalah belajar untuk meluapkan emosi dan mengungkapkan rasa marah, kecewa dan perasaan negatif lainnya dengan baik.5

Atasi Penyebab Gangguan Mental

Apapun yang kamu rasakan dalam hatimu, jangan hanya dipendam sendirian.

Hal ini dapat mengganggu kestabilan mentalmu hingga memicu munculnya gangguan mental.

Kamu dapat bercerita melalui media buku harian, laman media sosial (dengan memerhatikan pembatasan tertentu), atau pada orang yang kamu percaya seperti keluarga, saudara atau sahabat dekatmu.

Ingat, jika kamu merasa tidak nyaman atau memiliki sesuatu yang mengganggu kestabilan mentalmu, segera hubungi dokter untuk mendapatkan bantuan dan penanganan lebih lanjut.

Kamu mungkin akan mendapatkan rujukan penanganan dari dokter spesialis kesehatan jiwa atau psikolog, tergantung pada kondisi mentalmu saat ini.

Catatan Kaki

  1. “Kesehatan,” Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, August 9, 2020, accessed November 30, 2020, https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kesehatan&oldid=17283090.
  2. Redaksi Klikdokter, “Penyakit Kesehatan Mental – Gejala, Penyebab, Pengobatan,” accessed November 30, 2020, https://www.klikdokter.com/penyakit/kesehatan-mental.
  3. Redaksi Alodokter and Tjin Willy, “Gangguan Mental,” Alodokter, last modified May 22, 2015, accessed November 30, 2020, https://www.alodokter.com/kesehatan-mental.
  4. Lika Aprilia Samiadi and Tania Savitri, “Penyakit Mental : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan,” Hello Sehat, September 17, 2020, accessed November 30, 2020, https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/penyakit-mental/.
  5. Kompas Cyber Media and Wisnubrata, “7 Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Gangguan Mental,” KOMPAS.com, last modified January 29, 2018, accessed November 30, 2020, https://lifestyle.kompas.com/read/2018/01/29/145721920/7-kebiasaan-buruk-yang-bisa-menyebabkan-gangguan-mental.

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

Pengobatan Bipolar Disorder: Obat, Terapi, & Keluarga

Pengobatan bipolar disorder bertujuan untuk menekan frekuensi episode manik dan depresi agar penderita bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Peranan obat-obatan, terapi oleh psikiater...

Ciri-ciri Gangguan Mental: 6 Tanda yang Sering Terabaikan

Ciri-ciri gangguan mental bervariasi sesuai dengan indikasi penyakit mental yang mungkin dialami. Namun, ada tanda-tanda umum gangguan mental yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang....

Penyebab Gangguan Mental: 7 Kebiasaan Pemicunya

Penyebab gangguan mental bisa beragam. Namun, ada 7 kebiasaan yang jika dibiarkan bisa menjadi pemicu munculnya gangguan mental. Kenali kebiasan buruk tersebut agar resiko...

Get in Touch

0FansLike
2,507FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Posts

Pengobatan Bipolar Disorder: Obat, Terapi, & Keluarga

Pengobatan bipolar disorder bertujuan untuk menekan frekuensi episode manik dan depresi agar penderita bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Peranan obat-obatan, terapi oleh psikiater...

Ciri-ciri Gangguan Mental: 6 Tanda yang Sering Terabaikan

Ciri-ciri gangguan mental bervariasi sesuai dengan indikasi penyakit mental yang mungkin dialami. Namun, ada tanda-tanda umum gangguan mental yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang....

Penyebab Gangguan Mental: 7 Kebiasaan Pemicunya

Penyebab gangguan mental bisa beragam. Namun, ada 7 kebiasaan yang jika dibiarkan bisa menjadi pemicu munculnya gangguan mental. Kenali kebiasan buruk tersebut agar resiko...

8 Gangguan Mental Paling Umum

Gangguan mental dapat dialami oleh siapa saja dengan berbagai alasan. Penyuluhan dan edukasi tentang gangguan mental di Indonesia sudah mulai membaik dalam 10 tahun...

Gangguan Bipolar: Kenali Penyebab, Gejala, & Perawatan

Gangguan bipolar bisa dialami oleh siapa saja dengan berbagai sebab. Kenali penyebab bipolar, gejala, dan apa yang harus kamu lakukan ketika dokter mendiagnosa kamu...