Menikah dengan Penderita Bipolar: Perhatikan 8 Hal Ini

Menikah dengan penderita bipolar? Siapa takut! Memang tidak mudah untuk menghadapi orang bipolar, apalagi menikah dan menjalani hidup bersama. Tapi, bukan berarti pernikahan bipolar tidak bisa dinikmati. Kenali hal-hal yang harus kamu perhatikan ketika menikah dengan penderita bipolar.

Menikah-dengan-Penderita-Bipolar
Menikah dengan penderita bipolar memang tidak mudah, tapi bukan mustahil

Cinta dan jodoh, adalah hal yang berkaitan erat dengan takdir sesuai ketetapan Tuhan dan merupakan anugerah yang tidak ternilai. Sebagai manusia, kita harus bisa menerima kekurangan dan kelebihan orang yang dipilihkan Tuhan untuk kita, apa adanya. Termasuk jika pasangan kita mengalami gangguan mental, seperti gangguan bipolar.

Sebelum mencari cara untuk hidup bersama pasangan dengan gangguan bipolar, kamu perlu menyadari terlebih dahulu bahwa pasanganmu akan mengalami perubahan suasana hati yang fluktuatif dan drastis.

Selain itu, kamu perlu mempelajari lebih lanjut mengenai gangguan bipolar agar dapat mengenali gejalanya. Hal ini bermanfaat besar untuk membantumu menentukan sikap, bantuan dan dukungan yang tepat jika pasanganmu menunjukkan gejala tertentu dalam hari-hari yang dijalani bersama.

Secara garis besar, terdapat dua jenis episode yang dialami orang dengan gangguan bipolar. Episode tersebut adalah manik (fase naik) dan depresi (fase turun). Ketika mengalami episode manik, penderitanya akan terlihat sangat bersemangat, enerjik, dan berbicara dengan cepat. Sementara saat memasuki episode depresi, ia akan terlihat sangat sedih, lesu, mudah lelah, dan putus asa.

Dalam pergantian episode suasana hati, ada sebagian orang dengan gangguan bipolar yang kembali pada keadaan normal sebelum memasuki episode lainnya. Namun, ada pula yang mengalami perubahan suasana hati yang sangat cepat tanpa ada fase normal.

Selain itu, ada juga orang dengan gangguan bipolar yang bisa mengalami episode manik dan depresi secara bersamaan. Ia akan merasa sangat enerjik, namun di saat bersamaan juga merasa sangat sedih. Gejala ini disebut juga dengan periode campuran.

Pasangan bisa mengalami gejala bipolar tersebut sewaktu-waktu dan biasanya dipicu oleh stres. Maka sebaiknya kamu dapat menyiapkan diri menghadapi pasangan bila sewaktu-waktu gejala tersebut kambuh. Selain itu, kamu dapat membantu pasangan agar terhindari dari stres untuk mengurangi frekuensi kekambuhan gejala, sehingga pasangan bisa menjalani kehidupan sehari-harinya dengan normal.1

Cara Menghadapi Pasangan Bipolar

Pengobatan yang dibutuhkan untuk menyembuhkan gangguan bipolar ini bersifat jangka panjang. Selain menjalani pengobatan dari dokter spesialis kesehatan jiwa, orang dengan gangguan bipolar juga membutuhkan psikoterapi yang diberikan oleh psikolog secara rutin.

Tak hanya kedua jenis pengobatan tersebut, orang dengan gangguan bipolar juga dapat meningkatkan efektivitas pengobatan tersebut jika menjalani gaya hidup yang sehat. Selain itu, keberadaan pasangan sebagai salah satu caregiver juga akan mempengaruhi kesembuhan orang dengan gangguan bipolar.

Lantas, apa saja yang dapat kita lakukan jika memiliki pasangan yang menderita gangguan bipolar? Berikut cara menghadapi pasangan dengan gangguan bipolar.2

Pelajari juga: Menghadapi pasangan bipolar memerlukan pengetahuan dan ilmu khusus. Perhatikan cara menghadapi orang bipolar agar kamu bisa menjalani kehidupan pernikahan bahagia.

#1 Memahami bipolar

Untuk dapat memberikan dukungan dan menentukan sikap saat berhadapan dengan pasangan yang menunjukkan gejala gangguan bipolar, kamu perlu mengenali dan memahami penyakit ini lebih dalam. Apa saja gejala yang biasanya muncul, berapa panjang periode manik dan depresinya, apa penyebabnya, hingga bagaimana penanganan yang efektif untuk mengatasi gejala yang dialami.

Dengan memahami penyakitnya, kamu akan lebih siap saat menemui pasangan yang sedang mengalami gejala tertentu. Kesiapan ini dapat mempengaruhi bantuan dan dukungan yang akan kamu berikan pada pasangan, dan berdampak terhadap proses kesembuhannya.

#2 Mencari tahu pemicu gejala dan cara menghindari bipolar

Gejala bipolar memang bisa terjadi sewaktu-waktu. Namun terdapat beberapa hal yang bisa memicu gejala tersebut untuk kambuh. Kamu dapat mengamati dan menemukan faktor apa saja yang dapat membuatnya kambuh. Dengan begitu kamu bisa menghindari faktor tersebut dan membantu pasangan agar bisa hidup lebih nyaman.

Kamu juga dapat mempelajari perubahan suasana hati pasangan sehingga pola gejala gangguan bipolarnya dapat dikenali. Dengan mengetahui pola tersebut, kamu bisa lebih siap menghadapi perubahan suasana hatinya. Bahkan hal ini juga membantu mengurangi frekuensi episode bipolar.

#3 Menunjukkan kasih sayang tanpa batas

Cinta dan kasih sayang dari kamu sebagai pasangan hidupnya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan. Jangan lelah memberikan kasih sayang dan perhatianmu kapanpun, terutama di saat-saat pasangan mengalami episode depresi. Hal ini bertujuan agar ia merasa tetap dicintai dan berharga. Dengan demikian, ia akan memiliki motivasi dan semangat untuk sembuh.

Hindari meninggalkan pasangan seorang diri di masa-masa tersulitnya. Hal ini akan membuatnya semakin depresi dan bisa menyebabkan gejala gangguan bipolar semakin parah.

#4 Mencari dukungan untuk diri sendiri

Menikah dan memiliki pasangan bipolar, secara tanpa disadari akan membuat kamu terus menerus berfokus pada kestabilan kondisinya. Tak jarang, pasangan orang dengan gangguan bipolar acapkali mengabaikan kondisi dirinya sendiri, baik secara fisik maupun mental.

Untuk itu jangan lupa untuk menjaga kondisi kesehatan dirimu sendiri. Tak hanya pasanganmu yang membutuhkan dukungan, tetapi kamu sendiri juga membutuhkannya agar tetap kuat dalam menghadapi pasangan dan menjalani hidup yang naik-turun bersamanya. Cobalah sesekali mengeluarkan isi hati kepada keluarga atau teman terdekat yang dapat membantu kamu agar bersemangat kembali. Bila perlu, kamu juga bisa mencari dan bergabung dengan kelompok pendukung anggota keluarga atau caregiver orang dengan gangguan bipolar.

Menikah dengan Penderita Bipolar? Siapkan Ini

Selain cara-cara di atas, berikut 4 hal yang perlu diperhatikan jika menikahi orang dengan gangguan bipolar.

#1 Kuatkan diri untuk menjalani kehidupan bersama pasangan

Menjalani hidup yang tak terduga dengan naik turun yang lebih menantang dibanding pasangan lain, membuatmu akan merasakan bahwa hal ini sungguh tak mudah. Dikutip dari Healthline yang dilansir Halodoc, menurut sebuah penelitian pada 2005 terhadap sejumlah pasangan yang salah satunya mengalami gangguan bipolar, ditemukan bahwa gejala gangguan mental ini bisa berimbas pada keseharian dan rutinitas rumah tangga mereka. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada kestabilan hubungan dan lajunya biduk rumah tangga yang kamu jalani.3

Untuk dapat terus bertahan, kamu perlu membekali diri agar lebih kuat dan bersabar dalam menghadapi pasangan saat gejala bipolarnya muncul. Kamu dapat mengedukasi diri dengan cara mengelola emosi, manajemen stres, komunikasi yang efektif dan sebagainya.

#2 Mengawasi jadwal pengobatan

Tak jarang, orang dengan gangguan bipolar yang sedang merasa terlalu senang atau berada dalam fase normal, membuatnya lupa atau abai untuk mengonsumsi obat yang diberikan. Padahal persoalan mengonsumsi obat merupakan salah satu hal yang ampuh untuk mengurangi gejala dan dampak dari gangguan bipolar. Sebagai teman hidupnya, kamu sebaiknya selalu mengingatkan pasangan untuk rutin mengonsumsi obat dan mengikuti sesi terapi.4

#3 Bersikap empati

Empati dibutuhkan untuk meningkatkan rasa sabar dan memahami kondisi pasangan yang mengalami gangguan bipolar. Caranya adalah dengan menempatkan diri dalam posisi pasangan, memahami bagaimana perasaan dan kejadian yang ia alami, dan menerima kondisi pasangan saat gejalanya sedang muncul.5

#4 Menjadi caregiver yang mendukung

Sebagai caregiver terdekat, sebaiknya kamu memberikan dukungan dengan cara menjadi teman curhat bagi pasangan dengan gangguan bipolar, menghargai kondisinya, memberikan motivasi positif, memberikan perhatian dan tidak meninggalkannya sendirian. Peran caregiver dapat berpengaruh pada kondisi perasaan orang dengan gangguan bipolar.6

Tentu saja, menjalin hubungan asmara dan menjalani kehidupan pernikahan dengan pasangan yang memiliki gangguan bipolar bukanlah hal yang tidak mudah. Pasalnya, gangguan mental ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan luar biasa untuk dapat hidup berdampingan dengan orang yang memiliki kondisi seperti ini. Tetap semangat, ya!

Catatan Kaki

  1. Redaksi Halodoc, “Pasangan Mengidap Bipolar, Apa yang Harus Dilakukan?,” halodoc, last modified January 15, 2019, accessed November 3, 2020, https://www.halodoc.com/artikel/depresi-dan-bipolar-apa-perbedaannya.
  2. Redaksi Halodoc, “Pasangan Mengidap Bipolar, Apa yang Harus Dilakukan?,” halodoc, last modified January 15, 2019, accessed November 3, 2020, https://www.halodoc.com/artikel/depresi-dan-bipolar-apa-perbedaannya.
  3. Redaksi Halodoc, “Pasangan Mengidap Bipolar, Apa yang Harus Dilakukan?,” halodoc, last modified January 15, 2019, accessed November 3, 2020, https://www.halodoc.com/artikel/depresi-dan-bipolar-apa-perbedaannya.
  4. Redaksi Halodoc, “Peran Keluarga dalam Menangani Gangguan Bipolar,” halodoc, last modified November 15, 2018, accessed November 3, 2020, https://www.halodoc.com/artikel/peran-keluarga-dalam-menangani-gangguan-bipolar.
  5. Redaksi Halodoc, “Peran Keluarga dalam Menangani Gangguan Bipolar,” halodoc, last modified November 15, 2018, accessed November 3, 2020, https://www.halodoc.com/artikel/peran-keluarga-dalam-menangani-gangguan-bipolar.
  6. “Menjadi Seorang Caregiver Bipolar Tidak Gampang, Kenali Dulu Sekarang,” Captencare.Com, last modified Autumn 2019, accessed November 25, 2020, https://www.captencare.com/menjadi-seorang-caregiver-bipolar-tidak-gampang-kenali-dulu-apa-yang-harus-dilakukan/.

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

Pengobatan Bipolar Disorder: Obat, Terapi, & Keluarga

Pengobatan bipolar disorder bertujuan untuk menekan frekuensi episode manik dan depresi agar penderita bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Peranan obat-obatan, terapi oleh psikiater...

Ciri-ciri Gangguan Mental: 6 Tanda yang Sering Terabaikan

Ciri-ciri gangguan mental bervariasi sesuai dengan indikasi penyakit mental yang mungkin dialami. Namun, ada tanda-tanda umum gangguan mental yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang....

Penyebab Gangguan Mental: 7 Kebiasaan Pemicunya

Penyebab gangguan mental bisa beragam. Namun, ada 7 kebiasaan yang jika dibiarkan bisa menjadi pemicu munculnya gangguan mental. Kenali kebiasan buruk tersebut agar resiko...

Get in Touch

0FansLike
2,507FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Posts

Pengobatan Bipolar Disorder: Obat, Terapi, & Keluarga

Pengobatan bipolar disorder bertujuan untuk menekan frekuensi episode manik dan depresi agar penderita bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Peranan obat-obatan, terapi oleh psikiater...

Ciri-ciri Gangguan Mental: 6 Tanda yang Sering Terabaikan

Ciri-ciri gangguan mental bervariasi sesuai dengan indikasi penyakit mental yang mungkin dialami. Namun, ada tanda-tanda umum gangguan mental yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang....

Penyebab Gangguan Mental: 7 Kebiasaan Pemicunya

Penyebab gangguan mental bisa beragam. Namun, ada 7 kebiasaan yang jika dibiarkan bisa menjadi pemicu munculnya gangguan mental. Kenali kebiasan buruk tersebut agar resiko...

8 Gangguan Mental Paling Umum

Gangguan mental dapat dialami oleh siapa saja dengan berbagai alasan. Penyuluhan dan edukasi tentang gangguan mental di Indonesia sudah mulai membaik dalam 10 tahun...

Gangguan Bipolar: Kenali Penyebab, Gejala, & Perawatan

Gangguan bipolar bisa dialami oleh siapa saja dengan berbagai sebab. Kenali penyebab bipolar, gejala, dan apa yang harus kamu lakukan ketika dokter mendiagnosa kamu...