8 Gangguan Mental Paling Umum

Gangguan mental dapat dialami oleh siapa saja dengan berbagai alasan. Penyuluhan dan edukasi tentang gangguan mental di Indonesia sudah mulai membaik dalam 10 tahun terakhir. Untuk membantu memperluas edukasi masyarakat tentang gangguan mental selain bipolar, simak penjelasannya berikut ini.

Gangguan-mental-dapat-dialami-oleh-siapa-saja
Gangguan mental dapat dialami oleh siapa saja dengan berbagai sebab

Belakangan ini, semakin banyak orang yang tidak sungkan lagi untuk mengakui bahwa dirinya mengidap gangguan mental, baik itu publik figur maupun bukan.

Hal ini disebabkan oleh makin terbukanya peredaran informasi mengenai kesehatan mental di jagat maya. Mulai dari website kesehatan hingga infografis di media sosial. Layanan konsultasi psikologi juga semakin luas diterima masyarakat.

Tak hanya berupa sesi tatap muka, kini kita bisa mendapatkan akses layanan tersebut secara daring.

Meskipun begitu, ternyata masih ada sebagian masyarakat yang malu untuk mengakuinya.

Mungkin mereka masih saja berpikir bahwa gangguan mental adalah aib karena identik dengan sakit jiwa alias gila.

Reaksi yang diberikan kepada orang yang dianggap ‘gila’ ini pun kadang berlebihan, bahkan ada yang sampai dikurung atau dipasung.

Padahal orang dengan gangguan mental bisa dibawa ke rumah sakit untuk menemui dokter dan mendapat pengobatan yang tepat, seperti saat mengalami penyakit fisik.

Untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental dan bagaimana mengenali bermacam gangguannya, tentu kita perlu memahami terlebih dahulu. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan gangguan mental?

Apa Itu Gangguan Mental?

Gangguan mental atau sering juga disebut penyakit kejiwaan adalah gangguan yang mempengaruhi kondisi hati, pikiran dan perilaku penderitanya.

Banyak faktor yang menyebabkan orang mengidap gangguan mental, seperti putus hubungan dengan kekasih, mendapat nilai yang buruk dalam pelajaran, perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang disekitarnya, menjadi korban perundungan (bullying), hingga dipecat dari pekerjaan.

Apalagi ditambah bahwa tahun ini hampir di seluruh penjuru dunia mengalami pandemi COVID-19, semakin banyak orang yang berpotensi mengalami gangguan mental akibat tekanan dan cobaan yang ada.

Semoga wabah cepat berakhir, ya. 

Gejala Gangguan Mental

Orang dengan gangguan mental akan menunjukkan gejala atau tanda-tanda sesuai dengan jenis gangguan mental yang dialami. Hal ini membuat gejala yang dirasakan oleh seseorang mungkin akan berbeda dengan orang yang lain.

Tak hanya gejala secara psikologis tetapi kadang penderita juga akan mengalami gejala pada fisik bahkan pada kehidupan sosialnya. 

Beberapa gejala gangguan mental yang secara umum ditemui pada orang dengan gangguan mental diantaranya:

  • suasana hati yang berubah-ubah dalam waktu-waktu tertentu,
  • meyakini sesuatu yang tidak benar (delusi),
  • merasakan, melihat, atau mendengar sesuatu yang sebetulnya tidak ada (halusinasi),
  • berpikir untuk bunuh diri,
  • merasa sedih, cemas, marah yang berlebihan,
  • mengalami gangguan makan dan pola tidur yang kacau,
  • menjadi kecanduan obat terlarang, atau
  • menunjukkan perilaku tidak wajar seperti berteriak atau tertawa sendiri sampai keluar rumah tanpa berbusana.

Sedangkan gejala pada fisik seperti lemas atau lesu, sakit pada sekujur tubuh, nyeri perut, hingga menstruasi yang tidak teratur. 

Gejala sosial bagi penderita gangguan jiwa di antaranya adalah sulit berinteraksi dan menutup diri dengan orang di sekitarnya, serta sulit berkonsentrasi pada pekerjaan atau aktivitas lainnya.

Berikut ini beberapa jenis gangguan mental yang sering ditemui.

#1 Gangguan suasana perasaan

Gangguan ini terdiri dari gangguan depresif, episode manik, dan gangguan bipolar.

Orang yang depresi cenderung  merasa putus asa, sedih dan hampa, serta kehilangan minat bahkan ingin bunuh diri. Gejala tersebut dialami secara menetap dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Sebaliknya orang yang mengalami episode manik merasa bersemangat dan memiliki energi yang meluap dalam jangka waktu tertentu. Salah satu ciri-cirinya adalah berbicara lebih banyak dan cepat.

Sementara jika seseorang mengalami perubahan kedua suasana hati tersebut secara ekstrem maka ia disebut mengalami gangguan bipolar.

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko gangguan ini, antara lain adalah mengalami stres berat, kejadian traumatik, dan riwayat dalam keluarga yang mengidap gangguan serupa.

Diagnosis terhadap gangguan ini biasanya akan dilakukan oleh psikiater atau psikolog melalui serangkaian proses pemeriksaan yang mendalam.

Penyebab dari bipolar disorder menurut para ahli adalah karena adanya ketidakseimbangan zat pengontrol fungsi otak. Penanganan yag dilakukan biasanya berupa terapi obat dan psikoterapi bagi penderitanya, serta psikoedukasi baik terhadap penderita maupun caregiver.1

#2 Gangguan kepribadian

Orang dengan gangguan kepribadian cenderung memiliki pola pikir, perasaan dan perilaku yang berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya. Gangguan ini terbagi menjadi beberapa golongan yaitu:

  • Tipe eksentrik, seperti gangguan kepribadian paranoid, skizoid, dan skizotipal.
  • Tipe dramatis atau emosional, seperti gangguan kepribadian narsistik, histrionik, antisosial dan ambang (borderline).
  • Tipe cemas dan takut, seperti gangguan kepribadian obsesif, menghindar dan ketergantungan (dependen).2

#3 Gangguan Psikotik

Gangguan psikotik merupakan gangguan jiwa parah yang menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang tidak normal. Penderitanya mengalami kesulitan bahkan tidak bisa membedakan antara kenyataan dan imajinasinya.

Beberapa gangguan yang termasuk dalam golongan ini adalah;

  • skizofrenia,
  • gangguan waham,
  • depresi berat,
  • gangguan identitas disosiatif, dan sejenisnya.

Orang dengan gangguan psikotik ini biasanya tak menyadari perilakunya.

Beberapa gejala utama yang muncul yaitu mengalami halusinasi, yaitu mendengar, melihat atau merasakan sesuatu yang sebetulnya tidak nyata.

Ia juga memercayai suatu hal yang sebenarnya tidak terjadi, atau biasa disebut sebagai delusi. Gejala ini muncul sebagai akibat dari kerusakan pikiran yang dialaminya.

Selain gejala khas tersebut, orang dengan gangguan ini sering merasa curiga dan sulit berkonsentrasi.

Ia cenderung berbicara melantur dan tidak sesuai topik. Ia juga merasakan dorongan untuk bunuh diri.

Gejala-gejala tersebut muncul dalam bentuk berbeda-beda pada tiap orang, tergantung penyebab, usia dan keparahan kondisinya.

Penyebab gangguan psikotik belum diketahui secara pasti sampai saat ini. Tetapi terdapat faktor lain yang bisa memicu terjadinya gangguan psikotik seperti gangguan pada otak, trauma atau memiliki pola tidur yang buruk. 

Penderita gangguan psikotik harus segera mendapat penanganan, bisa dengan psikoterapi dan terapi obat.

Jika tidak segera dilakukan maka penderita bisa semakin sulit untuk menjalin hubungan sosial. Pengobatannya pun berbeda tiap penderitanya tergantung faktor-faktor yang menyertainya.3

#4 Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan adalah gangguan mental yang ditandai dengan perasaan takut atau khawatir yang berlebihan dan terus menerus sehingga bisa mengganggu aktivitas harian penderitanya.

Biasanya penderita akan merasa sulit tidur, sering panik atau memiliki ketakutan yang tidak wajar terhadap sesuatu. 

Rasa cemas sebetulnya adalah hal yang wajar, apabila kita mengalami tekanan atau kondisi tertentu.

Namun jika rasa cemas tersebut menjadi tidak terkendali, berlebihan, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, maka perasaan tersebut dapat disebut sebagai gejala dari gangguan kecemasan.

Ada beberapa macam gangguan kecemasan, yaitu gangguan kecemasan umum, gangguan kecemasan sosial, gangguan panik dan gangguan fobia.4

Hingga saat ini belum ada yang mengetahui apa penyebab gangguan mental ini. Tetapi faktor seperti genetik maupun lingkungan turut berperan menimbulkan gangguan kecemasan. 

#5 Gangguan makan

Gangguan makan merupakan perilaku makan yang menyimpang. Perilaku ini bisa membuat penderitanya menjadi terlalu gemuk ataupun terlalu kurus. 

Beberapa contoh gangguan makan adalah;

  • anorexia nervosa, dimana penderitanya merasa memiliki berat badan berlebih padahal kenyataannya dia terlalu kurus;
  • bulimia, yakni ingin segera membuang makanan secara tidak sehat seperti memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan maupun menggunakan obat pencahar;  dan
  • binge eating, yaitu sering makan dalam jumlah yang banyak dan sulit menahan keinginan untuk makan.

Gangguan ini bisa terjadi pada usia berapapun namun lebih sering dialami oleh remaja. 

Beberapa penyebab seseorang mengalami gangguan makan adalah faktor genetik yang diwariskan oleh anggota keluarga penderita gangguan makan, faktor biologi seperti kondisi hormon maupun kurangnya energi, faktor psikologi seperti tidak puas terhadap diri sendiri, dan faktor lingkungan seperti stigma tentang berat badan, cemoohan orang sekitar serta  tuntutan profesi atau karir.5

#6 Gangguan pengendalian impuls dan kecanduan

Orang dengan gangguan pengendalian impuls tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri atau orang lain. Contohnya adalah berjudi, mencuri (kleptomania) dan menyulut api (piromania).

Sementara gangguan perilaku kecanduan atau adiksi, biasanya disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang. Selain itu bentuk kecanduan dalam gangguan ini dapat berupa aktivitas seksual, berbelanja, bermain game, dan lain-lain.6

#7 Gangguan obsesif kompulsif (OCD)

Gangguan ini ditandai dengan adanya pikiran dan obsesi yang tidak terkendali terhadap sesuatu, sehingga mendorong penderitanya untuk melakukan suatu aktivitas secara berulang-ulang.

Orang dengan gangguan obsesif kompulsif ini biasanya terobsesi dengan hal tertentu. misalnya angka 3. Ia akan merasa perlu melakukan aktivitas tertentu seperti mencuci tangan sebanyak 3 kali, dan seterusnya.

Jika hal itu tidak dilakukan, ia akan merasa risih dan khawatir secara berlebihan. Tentunya hal ini dapat mengganggu aktivitas yang lain dalam kesehariannya.7

#8 Gangguan stres pasca trauma (PTSD)

Gangguan ini biasanya berkembang setelah seseorang mengalami kejadian traumatis. Contohnya, pelecehan seksual, kecelakaan, kematian orang terdekat, atau bencana alam.

Orang yang menderita PTSD akan sulit melupakan pikiran atau peristiwa yang tidak menyenangkan tersebut. Ingatan tentang kejadian traumatis itu akan terus membayangi sehingga menyebabkan kecemasan dan ketakutan luar biasa yang muncul sewaktu-waktu atau ketika ia menemukan kejadian serupa.8

Kamu Punya Gangguan Mental?

Apapun itu jenisnya, gangguan mental perlu segera ditangani oleh psikiater atau psikolog.

Apabila tidak mendapat penanganan yang semestinya, gangguan tersebut akan semakin parah dan berpotensi untuk merugikan dirinya maupun orang lain.

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal menunjukkan gejala gangguan mental, segeralah mencari bantuan ke psikiater atau psikolog.

Mereka akan memeriksa dan menentukan diagnosis yang tepat, dan membantu memberikan penanganan dan pengobatan sesuai dengan jenis gangguan mental yang dialami.

Catatan Kaki

  1. Redaksi Halodoc, “Penyakit Gangguan Bipolar – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati | Halodoc.com,” halodoc, last modified September 5, 2019, accessed November 3, 2020, https://www.halodoc.com/kesehatan/gangguan-bipolar; Nuryati and Lily Kresnowati, “Bahan Ajar Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan (RMIK): Klasifikasi Dan Kodefikasi Penyakit Dan Masalah Terkait III” (Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, August 2018), accessed December 5, 2020, http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2018/09/Klasifikasi-Kodefikasi-Penyakit-Masalah-Terkait-III_SC.pdf.
  2. Kevin Adrian, “Macam-Macam Gangguan Jiwa Yang Umum Terjadi,” Alodokter, last modified November 8, 2017, accessed December 5, 2020, https://www.alodokter.com/macam-macam-gangguan-jiwa-yang-umum-terjadi.
  3. Tjin Willy, “Psikosis,” Alodokter, last modified July 14, 2016, accessed December 5, 2020, https://www.alodokter.com/psikosis.
  4. Merry D.C. Pane, “Gangguan Kecemasan Umum,” Alodokter, last modified August 9, 2017, accessed December 5, 2020, https://www.alodokter.com/gangguan-kecemasan-umum; Merry D.C. Pane, “Fobia,” Alodokter, last modified September 18, 2015, accessed December 5, 2020, https://www.alodokter.com/fobia; Marianti, “Gangguan Panik,” Alodokter, last modified November 1, 2018, accessed December 5, 2020, https://www.alodokter.com/gangguan-panik.
  5. Barmandhita R Setiaji and Damar Upahita, “4 Penyebab Gangguan Makan (Eating Disorder) yang Perlu Anda Ketahui,” Hello Sehat, October 27, 2018, accessed December 5, 2020, https://hellosehat.com/mental/gangguan-makan/penyebab-gangguan-makan/.
  6. Adrian, “Macam-Macam Gangguan Jiwa Yang Umum Terjadi.”
  7. Adrian, “Macam-Macam Gangguan Jiwa Yang Umum Terjadi.”
  8. Adrian, “Macam-Macam Gangguan Jiwa Yang Umum Terjadi.”

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

Pengobatan Bipolar Disorder: Obat, Terapi, & Keluarga

Pengobatan bipolar disorder bertujuan untuk menekan frekuensi episode manik dan depresi agar penderita bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Peranan obat-obatan, terapi oleh psikiater...

Ciri-ciri Gangguan Mental: 6 Tanda yang Sering Terabaikan

Ciri-ciri gangguan mental bervariasi sesuai dengan indikasi penyakit mental yang mungkin dialami. Namun, ada tanda-tanda umum gangguan mental yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang....

Penyebab Gangguan Mental: 7 Kebiasaan Pemicunya

Penyebab gangguan mental bisa beragam. Namun, ada 7 kebiasaan yang jika dibiarkan bisa menjadi pemicu munculnya gangguan mental. Kenali kebiasan buruk tersebut agar resiko...

Get in Touch

0FansLike
2,507FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Posts

Pengobatan Bipolar Disorder: Obat, Terapi, & Keluarga

Pengobatan bipolar disorder bertujuan untuk menekan frekuensi episode manik dan depresi agar penderita bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Peranan obat-obatan, terapi oleh psikiater...

Ciri-ciri Gangguan Mental: 6 Tanda yang Sering Terabaikan

Ciri-ciri gangguan mental bervariasi sesuai dengan indikasi penyakit mental yang mungkin dialami. Namun, ada tanda-tanda umum gangguan mental yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang....

Penyebab Gangguan Mental: 7 Kebiasaan Pemicunya

Penyebab gangguan mental bisa beragam. Namun, ada 7 kebiasaan yang jika dibiarkan bisa menjadi pemicu munculnya gangguan mental. Kenali kebiasan buruk tersebut agar resiko...

8 Gangguan Mental Paling Umum

Gangguan mental dapat dialami oleh siapa saja dengan berbagai alasan. Penyuluhan dan edukasi tentang gangguan mental di Indonesia sudah mulai membaik dalam 10 tahun...

Gangguan Bipolar: Kenali Penyebab, Gejala, & Perawatan

Gangguan bipolar bisa dialami oleh siapa saja dengan berbagai sebab. Kenali penyebab bipolar, gejala, dan apa yang harus kamu lakukan ketika dokter mendiagnosa kamu...