Cara Menghadapi Orang Bipolar: 7 Langkah Positif

Menghadapi orang dengan gangguan bipolar memang memerlukan pengetahuan ekstra. Salah-salah, kamu malah akan semakin menyakiti dan membuat mereka terpuruk. Berikut ini adalah panduan tentang cara menghadapi orang bipolar dengan 7 langkah sederhana.

Cara-Menghadapi-Orang-Bipolar
Menghadapi orang dengan gangguan bipolar memerlukan teknik dan pengetahuan khusus

Sekitar tahun 2009, masyarakat dihebohkan dengan kabar dari publik figur yang juga aktris, Marshanda, mengakui dirinya adalah seorang orang dengan bipolar disorder (gangguan bipolar). 

Di Indonesia, gangguan bipolar mulai dikenal secara luas namun masih banyak yang merasa asing dengan istilah ini. Sebelum mengetahui cara menghadapi orang dengan gangguan bipolar, sebaiknya kita mengenalinya terlebih dahulu.

Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang disebabkan oleh perubahan emosi yang drastis. Pengidapnya dapat merasakan gejala mania (sangat senang) dan depresif (sangat terpuruk).1

Penderitanya bisa mendadak merasa sangat sedih padahal sebelumnya merasa sangat bahagia, dari optimis menjadi pesimis. Selain itu ia akan menjadi malas beraktivitas setelah merasa bersemangat. Setiap fase emosi dapat berlangsung dalam hitungan minggu atau bulan.2

Kondisi mental ini dapat mengakibatkan rusaknya hubungan pribadi, serta rendahnya motivasi atau produktivitas di tempat kerja. Bahkan jika tidak ditangani secara tepat dapat memicu perasaan ingin bunuh diri, lho. Berbahaya, bukan? Maka dari itu, sangat disarankan untuk segera menghubungi bantuan medis saat mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem.3

WHO atau Badan Kesehatan Dunia menyatakan bahwa gangguan bipolar merupakan salah satu gangguan kesehatan jiwa yang paling tinggi yaitu sekitar 5,7 juta jiwa atau sekitar 1% dari seluruh populasi dunia. Diantaranya, sebanyak 25%-50% penderitanya pernah melakukan percobaan bunuh diri minimal satu kali dalam hidupnya.4

Nah, bagaimana jika seseorang yang berada di sekitar kita merupakan orang dengan gangguan bipolar? Tentu, rasanya sedih dan berat menerimanya. Akan tetapi kita juga harus berusaha mengerti mereka yang sedang dalam masa sulit dengan tidak menyinggung perasaan atau merusak hubungan dengan mereka. Dilansir dari situs International Bipolar Foundation,5 ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat menghadapi orang dengan gangguan bipolar, yaitu:

#1 Menghadapi orang bipolar dengan belajar lebih jauh

Gangguan bipolar tidak sama dengan moody atau sikap tidak terduga dari penderitanya. Hanya para ahli yang dapat mendiagnosis seseorang dengan gangguan tersebut. Namun, kita dapat memahami apa yang mereka lalui dan bagaimana usaha untuk membantunya. Salah satunya dengan membaca sumber referensi berupa buku gratis yang disediakan oleh organisasi bipolar internasional.

#2 Mendukung mereka, alih-alih menghakimi

Ketika bertemu dengan seseorang yang sepertinya memiliki gejala gangguan bipolar atau ketika menghadapi orang bipolar, ada baiknya untuk membicarakan hal tersebut dengan mereka secara hati-hati. Hal ini disebabkan karena ada beberapa penderita mungkin tidak sadar dengan hal-hal yang kita lihat sebagai gejala, lho.

Dalam pembicaraan, usahakan untuk tidak terasa seperti menghakimi. Jangan memaksa jika ia tampak belum siap berbicara. Dengarkan dan tunjukkan bahwa kita peduli dengan hidupnya. Sampaikan dengan tenang tentang beberapa hal yang telah kita amati dari dirinya, dan tekankan bahwa kondisi ini bisa dihadapi. 

Beberapa pilihan kalimat yang bisa digunakan untuk menghadapi orang bipolar adalah:

  • Aku siap mendengarkan kalau kamu ingin bercerita.
  • Jangan khawatir, kamu tidak sendirian.
  • Kita akan melewati ini bersama-sama.
  • Aku mendukungmu.
  • Kamu dan hidupmu penting baik untukku atau untukmu.
  • Kalau ada masalah, kamu bisa cerita. Aku akan menemani kamu melewatinya.

#3 Mendorong mereka untuk konsultasi pada ahli

Ada baiknya jika kita membicarakan perihal konsultasi agar mengetahui bahwa  layanan kesehatan mental tersedia untuk membantu mereka menghadapi gangguan ini. 

Langkah pertama yang akan dilakukan ahli kesehatan mental adalah memeriksa kondisi pasien dan mendiagnosis untuk mempelajari lebih lanjut apa yang mereka alami dan menentukan bagaimana menanganinya. 

Gejala gangguan bipolar berbeda-beda untuk tiap orang, jadi cara penanganannya pun bervariasi. Psikiater akan meninjau dan memberikan pengobatan yang tepat. Sementara psikolog akan membantu penderita belajar sadar diri dan bagaimana memproses emosi. 

Beberapa pilihan kalimat yang bisa digunakan yaitu:

  • Ini bukan salahmu, ini adalah gangguan medis.
  • Tidak ada yang salah dengan meminta bantuan.
  • Meminta bantuan itu bukan hal yang memalukan.
  • Bicaralah dengan seseorang bisa membawa perubahan besar.
  • Aku harap kamu berpikir untuk melakukan konsultasi dengan seseorang. 

#4 Menawarkan bantuan untuk melakukan dan mempersiapkan janji konsultasi

Walaupun sudah siap untuk konsultasi, kadang untuk membuat janji dengan ahli tidaklah mudah karena beberapa hal. Diantaranya disebabkan prosedur yang rumit atau kesulitan mencari psikiater atau psikolog yang cocok. Hal ini bisa membuat frustrasi, dan kita bisa menawarkan bantuan pada mereka. 

Selain itu bisa saja mereka merasa gugup untuk pergi konsultasi. Kita bisa membantu dengan cara usulkan apa yang perlu dibicarakan dengan dokter, mencatat gejala yang dirasakan, dan membawanya saat konsultasi. 

Beberapa pilihan kalimat yang bisa digunakan adalah:

  • Bagaimana aku bisa membantumu untuk mendapatkan bantuan yang kamu butuhkan?
  • Apa kamu mau aku membantu mencari dokter di sekitar sini?
  • Apa kamu mau aku mengantar-jemput kamu waktu konsultasi?
  • Apa ada alasan tertentu yang membuatmu tidak ingin konsultasi ke dokter?
  • Apa kamu ingin aku menemanimu menemui dokter?

#5 Mendorong untuk melakukan hal-hal sederhana yang mungkin dapat membantu

Jika mereka belum siap untuk konsultasi pada ahlinya, bisa mencoba hal-hal sederhana seperti:

  • Mengunduh aplikasi kesehatan mental

Ada beberapa aplikasi jenis ini, mulai dari pencatat suasana hati (mood tracker) hingga meditasi. Aplikasi ini bermacam-macam variasinya, dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. 

  • Bergabung dengan komunitas pendukung

Banyak komunitas gratis dan tidak membutuhkan pendaftaran. Di komunitas tersebut mereka dapat berbagi pengalaman terkait cara penanganan yang efektif atau tidak, juga informasi lainnya mengenai bantuan yang tersedia di sekitar mereka.

  • Mencari bantuan dari internet atau media sosial.

Jika tidak tersedia komunitas yang berada di dekatnya, orang dengan gangguan bipolar tetap bisa memperoleh bantuan dari internet atau media sosial yang tersedia, seperti @bipolarcare.indonesia di Instagram. Di sana mereka dapat berdiskusi atau bertukar cerita dalam kolom komentar yang ada.

#6 Mendukung mereka untuk menjalani gaya hidup yang sehat

Gaya hidup, seperti pola tidur, nutrisi, maupun olahraga sangat berpengaruh pada suasana hati karena kesehatan mental dan fisik memiliki keterkaitan yang erat.

#7 Mencari bantuan untuk diri sendiri

Seseorang bisa membantu orang lain dengan baik jika mereka juga merawat  dirinya sendiri. Maka kesehatan penting itu wajib hukumnya, ya.

Selain cara-cara di atas, kita juga dapat menerapkan cara lain, diantaranya:

  1. Mengajak orang dengan gangguan bipolar untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan.
  2. Memberi  pujian pada mereka setelah mereka melakukan prestasi bisa menjadi pengakuan atas keberadaan mereka sehingga orang dengan gangguan bipolar dapat merasa lebih percaya diri.
  3. Mengajak mereka untuk berpikir positif dan jangan biarkan mereka berada dalam perasaan bersalah.
  4. Membantu orang dengan gangguan bipolar untuk mengeluarkan perasaan yang mereka rasakan. Buat mereka untuk bercerita tetapi tanpa memaksa.
  5. Dukungan dari keluarga dan pemahaman yang baik dari orangtua merupakan support system yang utama untuk para orang dengan gangguan bipolar.6

Menjadi teman atau sahabat orang dengan gangguan bipolar bukanlah suatu aib. Teruslah semangat untuk membantu dan mendukung mereka, ya!

Catatan Kaki

  1. Tjin Willy, “Gangguan Bipolar,” Alodokter, last modified September 3, 2014, accessed November 3, 2020, https://www.alodokter.com/gangguan-bipolar.
  2. Tjin Willy, “Gangguan Bipolar,” Alodokter, last modified September 3, 2014, accessed November 3, 2020, https://www.alodokter.com/gangguan-bipolar.
  3. Risky Candra Swari and Mikhael Yosia, “Gangguan Bipolar : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan,” Hello Sehat, September 22, 2016, accessed November 3, 2020, https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/gangguan-bipolar-disorder/.
  4. Pulih, “Mengenal Bipolar Disorder – Yayasan Pulih,” n.d., accessed November 16, 2020, http://yayasanpulih.org/2020/08/mengenal-bipolar-disorder/.
  5. “Hal Yang Bisa Dilakukan Jika Anda Menduga Seseorang Memiliki Gangguan Bipolar,” International Bipolar Foundation, n.d., accessed November 16, 2020, https://ibpf.org/articles/hal-yang-bisa-dilakukan-jika-anda-menduga-seseorang-memiliki-gangguan-bipolar/.
  6. “Menjadi Teman Bipolar,” Pijar Psikologi, January 30, 2017, accessed November 16, 2020, https://pijarpsikologi.org/menjadi-teman-bipolar/.

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

Pengobatan Bipolar Disorder: Obat, Terapi, & Keluarga

Pengobatan bipolar disorder bertujuan untuk menekan frekuensi episode manik dan depresi agar penderita bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Peranan obat-obatan, terapi oleh psikiater...

Ciri-ciri Gangguan Mental: 6 Tanda yang Sering Terabaikan

Ciri-ciri gangguan mental bervariasi sesuai dengan indikasi penyakit mental yang mungkin dialami. Namun, ada tanda-tanda umum gangguan mental yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang....

Penyebab Gangguan Mental: 7 Kebiasaan Pemicunya

Penyebab gangguan mental bisa beragam. Namun, ada 7 kebiasaan yang jika dibiarkan bisa menjadi pemicu munculnya gangguan mental. Kenali kebiasan buruk tersebut agar resiko...

Get in Touch

0FansLike
2,507FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Posts

Pengobatan Bipolar Disorder: Obat, Terapi, & Keluarga

Pengobatan bipolar disorder bertujuan untuk menekan frekuensi episode manik dan depresi agar penderita bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Peranan obat-obatan, terapi oleh psikiater...

Ciri-ciri Gangguan Mental: 6 Tanda yang Sering Terabaikan

Ciri-ciri gangguan mental bervariasi sesuai dengan indikasi penyakit mental yang mungkin dialami. Namun, ada tanda-tanda umum gangguan mental yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang....

Penyebab Gangguan Mental: 7 Kebiasaan Pemicunya

Penyebab gangguan mental bisa beragam. Namun, ada 7 kebiasaan yang jika dibiarkan bisa menjadi pemicu munculnya gangguan mental. Kenali kebiasan buruk tersebut agar resiko...

8 Gangguan Mental Paling Umum

Gangguan mental dapat dialami oleh siapa saja dengan berbagai alasan. Penyuluhan dan edukasi tentang gangguan mental di Indonesia sudah mulai membaik dalam 10 tahun...

Gangguan Bipolar: Kenali Penyebab, Gejala, & Perawatan

Gangguan bipolar bisa dialami oleh siapa saja dengan berbagai sebab. Kenali penyebab bipolar, gejala, dan apa yang harus kamu lakukan ketika dokter mendiagnosa kamu...