Cara Mengatasi Bipolar Kambuh: Kenali Dulu Bedanya

Agar kamu tahu cara mengatasi bipolar kambuh dengan tepat, kamu harus mengetahui perbedaan episode yang dialami. Perbedaan episode bipolar memerlukan penanganan berbeda pula. Kenali cara mengatasi dan cara mengidentifikasi bipolar yang sedang kambuh di sini.

Cara-Mengatasi-Bipolar-Kambuh
Ada beberapa cara mengatasi bipolar kambuh. Tapi, kenali dulu perbedaan diantaranya

Mendengar istilah gangguan bipolar, pertanyaan apa yang terlintas pertama kali di dalam benakmu? Apakah ini merupakan gangguan yang bisa berbahaya? Apakah gangguan ini bisa disembuhkan? Atau, apakah gangguan ini berpotensi untuk kambuh kembali setelah melewati tahapan pengobatan?

Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut, mari kita kenali lebih dulu apa itu gangguan bipolar lebih jauh.

Gangguan bipolar adalah salah satu jenis gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati atau mood yang ekstrem. Perubahan tersebut berupa rasa sedih yang berlebihan (depresi) dan rasa senang yang berlebihan (manik).1

Kedua mood ini muncul secara bergantian dalam jangka waktu tertentu. Biasanya episode manik dimulai dengan tiba-tiba dan berlangsung selama 2 minggu hingga 4-5 bulan. Sementara episode depresi biasanya berlangsung lebih lama, yaitu sekitar 6 bulan.2

Beberapa gejala gangguan bipolar yang biasanya muncul dapat dilihat dari tiga episode berikut.3

#1 Episode manik

Pada episode ini, terjadi peningkatan suasana hati menjadi kegirangan yang berlebihan. Seseorang mengalami manik jika memiliki tiga atau lebih gejala di bawah ini:

  • Meningkatnya kepercayaan diri;
  • Berkurangnya kebutuhan tidur;
  • Bicara lebih banyak dan cepat dibanding biasanya;
  • Memiliki banyak ide atau gagasan yang melompat-lompat;
  • Perhatian mudah teralih pada kejadian atau hal lain yang tidak penting;
  • Keterlibatan berlebihan dalam aktivitas menyenangkan yang berpotensi merugikan.

#2 Episode depresi

Sementara pada episode ini, terjadi perubahan suasana hati menjadi kehilangan minat atau rasa senang. Seseorang mengalami depresi jika memiliki lima atau lebih gejala berikut ini yang dirasakan hampir setiap hari selama paling sedikit dalam dua minggu:

  • Suasana hati depresi yang dirasakan sepanjang hari, misalnya merasa sedih, hampa, atau terlihat menangis;
  • Berkurangnya minat atau rasa senang pada semua hal atau aktivitas sepanjang hari;
  • Penurunan atau peningkatan berat badan lebih dari 5% dalam satu bulan, mengikuti penurunan atau peningkatan nafsu makan;
  • Tidak bisa tidur atau selalu ingin tidur hampir setiap hari;
  • Merasa letih atau tidak bertenaga hampir setiap hari sehingga merasa menjadi lamban dalam bergerak;
  • Merasa tidak berharga atau bersalah secara berlebihan;
  • Kurang mampu berpikir atau konsentrasi;
  • Merasa ragu dan pesimis;
  • Memiliki pikiran tentang kematian dan ide bunuh diri tanpa atau dengan rencana yang spesifik.

#3 Episode campuran

Seseorang yang mengalami episode ini ditandai dengan gejala episode manik dan depresi hampir setiap hari selama paling sedikit satu minggu. Gangguan suasana hati ini dirasakan cukup berat sehingga menyebabkan terganggunya pekerjaan atau aktivitas sosial yang biasa dilakukan. Selain itu gangguan ini juga berdampak pada hubungan dengan orang lain. Biasanya orang dengan bipolar yang berada pada episode ini memerlukan perawatan intensif sebagai pencegahan tindakan melukai diri sendiri atau orang lain.

Melihat gejala dan penjelasan di atas, tentunya gangguan ini dapat membahayakan bagi orang yang mengalaminya dan juga orang lain yang ada di sekitarnya, jika tidak mendapatkan penanganan dan perawatan yang baik.

Gangguan bipolar membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan langsung oleh dokter spesialis kejiwaan atau psikiater untuk memulihkan gejala-gejala fisik dan fisiologis yang dirasakan. Misalnya, untuk mengatasi gejala insomnia atau perasaan kesedihan yang menetap, dibutuhkan terapi obat-obatan tertentu yang diresepkan psikiater dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Penggunaan obat yang tidak sesuai dengan resep dokter akan menimbulkan efek samping yang berbahaya terhadap pemakainya. Jadi, obatnya dikonsumsi atas arahan dan pengawasan dokter, ya!

Sementara di sisi mental, dibutuhkan pula psikoterapi yang dilakukan oleh psikolog. Terapi ini dapat berupa Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau terapi kognitif-perilaku, terapi keluarga, terapi kelompok, psikoedukasi, dan terapi psikososial.4

Selain itu juga dapat dilakukan Interpersonal and Social Rhythm Therapy (IPSRT) yaitu metode yang berfokus pada kestabilan ritme aktivitas sehari-hari, seperti waktu untuk tidur, bangun, makan dan aktivitas harian lainnya.5 Bentuk psikoterapi yang diterima dari psikolog disesuaikan dengan kondisi klien berdasarkan hasil pemeriksaan.

Lantas, apakah gangguan bipolar ini dapat disembuhkan? Apakah ada kemungkinan untuk kambuh?

Cara Mengatasi Bipolar Kambuh

Berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa yang dikeluarkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada 2015, diperkirakan sebanyak 40-50% orang dengan gangguan bipolar memiliki kemungkinan untuk mengalami kekambuhan dalam dua tahun setelah episode pertama yang dialami. Namun ada sekitar 7% orang dengan gangguan bipolar yang tidak mengalami kekambuhan.6 Untuk itu dibutuhkan pengelolaan dan pengawasan terapi jangka panjang agar kemungkinan kambuh dapat dikurangi.

Untuk mencapai kondisi tersebut, dibutuhkan kerjasama antara pasien, petugas kesehatan, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Berikut ini 4 hal yang perlu dijalani agar tidak kembali kambuh.

#1 Mengonsumsi obat secara teratur

Orang dengan gangguan bipolar harus mengonsumsi obat yang diberikan dokter sesuai anjuran dan tidak boleh berhenti tanpa persetujuannya. Mengonsumsi obat sesuai arahan dokter dapat sangat membantu meningkatkan efektivitas obat. Untuk merasakan perbaikan dan perubahan yang positif dalam jangka panjang, biasanya pasien membutuhkan waktu paling cepat satu bulan setelah memulai pengobatan. Meskipun sudah merasakan perubahan yang lebih baik, biasanya dokter akan meminta pasien melanjutkan pengobatan selama jangka waktu tertentu, tergantung kondisi dan keparahan gejala yang dialami pasien.7

#2 Mengikuti sesi psikoterapi

Psikoterapi menjadi efektif jika diikuti secara sungguh-sungguh dan rutin. Selain itu juga dibutuhkan peran dan dukungan keluarga untuk membantu proses pengobatan.8

#3 Memperbaiki gaya hidup

Untuk mencegah gangguan bipolar memburuk, pasien dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur cukup, dan banyak minum air putih. Selain itu, orang dengan gangguan bipolar dianjurkan menjalin hubungan sehat dan positif dengan teman dan keluarga.9

#4 Keberadaan caregiver dan keluarga yang mendukung

Selain konsumsi obat dan psikoterapi, dibutuhkan juga dukungan dari caregiver atau keluarga secara positif. Kedua pihak ini diharapkan bisa mengingatkan pasien untuk minum obat dan kontrol ke dokter sesuai jadwal. Kepatuhan pengobatan dapat menurunkan peluang kekambuhan, menjaga kestabilan emosi pasien, hingga mencegah munculnya keinginan bunuh diri.10

Kesimpulan

Jadi, gangguan bipolar dapat disembuhkan dan kecil kemungkinannya untuk kambuh jika pasien melakukan cara-cara di atas. Bila kamu memiliki keluhan terkait kesehatan mental, jangan ragu berbicara dengan orang yang dipercaya, serta menemui psikiater atau psikolog untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

Catatan Kaki

  1. Redaksi Halodoc, “Penyakit Gangguan Bipolar – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati | Halodoc.com,” halodoc, last modified September 5, 2019, accessed November 3, 2020, https://www.halodoc.com/kesehatan/gangguan-bipolar.
  2. “Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/73/2015 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa,” February 26, 2015.
  3. “Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/73/2015 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa,” February 26, 2015.
  4. “Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/73/2015 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa,” February 26, 2015.
  5. Redaksi Halodoc and Verury V. Handayani, “Kenali Fase Gejala Gangguan Bipolar,” halodoc, last modified July 10, 2020, accessed November 3, 2020, https://www.halodoc.com/artikel/bisakah-gangguan-bipolar-disembuhkan.
  6. “Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/73/2015 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa.”
  7. Andisa Shabrina and Tania Savitri, “Obat Gangguan Jiwa Harus Diminum Rutin, Kenapa?,” Hello Sehat, November 2, 2017, accessed November 25, 2020, https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/obat-gangguan-jiwa-diminum-habis/.
  8. Redaksi Halodoc and Fadhli Rizal Makarim, “Bisakah Gangguan Bipolar Disembuhkan?,” halodoc, last modified July 13, 2019, accessed November 3, 2020, https://www.halodoc.com/artikel/bisakah-gangguan-bipolar-disembuhkan.
  9. Redaksi Halodoc and Fadhli Rizal Makarim, “Bisakah Gangguan Bipolar Disembuhkan?,” halodoc, last modified July 13, 2019, accessed November 3, 2020, https://www.halodoc.com/artikel/bisakah-gangguan-bipolar-disembuhkan.
  10. Redaksi Halodoc and Fadhli Rizal Makarim, “Bisakah Gangguan Bipolar Disembuhkan?,” halodoc, last modified July 13, 2019, accessed November 3, 2020, https://www.halodoc.com/artikel/bisakah-gangguan-bipolar-disembuhkan.

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

Pengobatan Bipolar Disorder: Obat, Terapi, & Keluarga

Pengobatan bipolar disorder bertujuan untuk menekan frekuensi episode manik dan depresi agar penderita bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Peranan obat-obatan, terapi oleh psikiater...

Ciri-ciri Gangguan Mental: 6 Tanda yang Sering Terabaikan

Ciri-ciri gangguan mental bervariasi sesuai dengan indikasi penyakit mental yang mungkin dialami. Namun, ada tanda-tanda umum gangguan mental yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang....

Penyebab Gangguan Mental: 7 Kebiasaan Pemicunya

Penyebab gangguan mental bisa beragam. Namun, ada 7 kebiasaan yang jika dibiarkan bisa menjadi pemicu munculnya gangguan mental. Kenali kebiasan buruk tersebut agar resiko...

Get in Touch

0FansLike
2,507FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Posts

Pengobatan Bipolar Disorder: Obat, Terapi, & Keluarga

Pengobatan bipolar disorder bertujuan untuk menekan frekuensi episode manik dan depresi agar penderita bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Peranan obat-obatan, terapi oleh psikiater...

Ciri-ciri Gangguan Mental: 6 Tanda yang Sering Terabaikan

Ciri-ciri gangguan mental bervariasi sesuai dengan indikasi penyakit mental yang mungkin dialami. Namun, ada tanda-tanda umum gangguan mental yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang....

Penyebab Gangguan Mental: 7 Kebiasaan Pemicunya

Penyebab gangguan mental bisa beragam. Namun, ada 7 kebiasaan yang jika dibiarkan bisa menjadi pemicu munculnya gangguan mental. Kenali kebiasan buruk tersebut agar resiko...

8 Gangguan Mental Paling Umum

Gangguan mental dapat dialami oleh siapa saja dengan berbagai alasan. Penyuluhan dan edukasi tentang gangguan mental di Indonesia sudah mulai membaik dalam 10 tahun...

Gangguan Bipolar: Kenali Penyebab, Gejala, & Perawatan

Gangguan bipolar bisa dialami oleh siapa saja dengan berbagai sebab. Kenali penyebab bipolar, gejala, dan apa yang harus kamu lakukan ketika dokter mendiagnosa kamu...