Bahaya Bipolar: Kenapa Kamu Perlu Mengerti

Bahaya bipolar tidak hanya dialami oleh penderita, tapi juga orang-orang disekelilingnya. Namun, bahaya bipolar hanya mengintai orang-orang yang acuh, abai, dan tidak peduli pada kesehatan mental pribadinya. Jika penyintas bipolar mendapat perawatan rutin, maka bipolar sama sekali tidak berbahaya.

Bahaya-Bipolar-Jika-Tidak-Ditangani
Bipolar hanya berbahaya jika penderita tidak mendapatkan penanganan serius

Gangguan bipolar merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang mulai dikenal secara luas oleh masyarakat awam. Terutama setelah beberapa public figure mengakui bahwa dirinya merupakan orang dengan gangguan bipolar secara terbuka di berbagai media. Ramainya literasi yang kemudian muncul dan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai gangguan mental ini juga membuat kesadaran masyarakat meningkat dan bisa menerima kehadiran penderitanya secara lebih baik.

Namun masih banyak pula masyarakat yang belum menyadari bahaya jika gangguan bipolar ini terlambat ditangani, atau tidak ditangani dengan cara yang tepat.

Memangnya, seberapa bahayakah gangguan bipolar tersebut?

Sebelumnya, mari kita kenali terlebih dahulu apa itu gangguan bipolar.

Gangguan bipolar adalah keadaan gangguan kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati mendadak dan ekstrem, yang terdiri dari rasa senang (manik) dan sedih (depresi) yang berlebihan.

Setiap episode manik dan depresi terjadi selama beberapa minggu hingga hitungan bulan.  Orang dengan gangguan bipolar biasanya mengalami kedua episode ini bergantian, dengan atau tanpa fase normal di antara satu episode dengan yang lain. Namun pada beberapa kasus, dapat terjadi pula episode campuran antara manik dan depresi dalam satu waktu.

Saat episode manik, seseorang merasa sangat senang, berbicara lebih banyak dan sangat cepat, merasa energinya banyak dan berlebihan sehingga merasa tidak butuh tidur, merasa diri sangat penting dan mengalami peningkatan ide atau gagasan yang melompat-lompat, sehingga cenderung melakukan aktivitas yang tidak penting.

Sebaliknya, saat episode depresi, ia akan merasa sedih atau hampa, tidak memiliki harapan, sangat sensitif, mudah marah, mudah lelah karena merasa kurang energi, sulit berkonsentrasi dan mengingat sesuatu, kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari, mengalami gangguan tidur, dan merasa tidak berguna atau sangat bersalah sehingga muncul ide untuk bunuh diri.1

Penyebab Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

#1 Kondisi biologis

Orang dengan gangguan bipolar umumnya memiliki perubahan pada otak. Otak dapat melewati berbagai perubahan fisik yang mempengaruhi tingkat bahan kimia otak (neurotransmitter) yang ada di dalamnya. Neurotransmitter tersebut merupakan senyawa alami yang berfungsi mengendalikan fungsi otak. Pada orang dengan gangguan bipolar terjadi ketidakseimbangan neurotransmitter yang kemudian membuat suasana hatinya berubah secara drastis.2

#2 Keturunan atau genetik

Gangguan bipolar lebih sering terjadi pada orang memiliki kerabat tingkat pertama, seperti saudara atau orangtua, yang memiliki kondisi tersebut.3

#3 Kondisi lingkungan dan sosial

Para peneliti mengemukakan bahwa ada kemungkinan terdapat beberapa faktor sosial yang dapat menyebabkan timbulnya gangguan bipolar. Faktor tersebut dapat berupa perasaan stres akan suatu kejadian, atau rendahnya kepercayaan diri yang dimiliki.4

#4 Pengalaman peristiwa traumatis

Gejala gangguan bipolar dapat terpicu jika seseorang mengalami peristiwa traumatis seperti kekerasan emosi, fisik, atau seksual, putus dalam berhubungan seperti dengan sahabat, pacar, atau pasangan hidup, dan peristiwa menyakitkan lainnya yang membekas.5

#5 Faktor lainnya

Selain faktor-faktor di atas, terdapat faktor lain yang juga diduga dapat memicu munculnya gejala gangguan bipolar, seperti penyakit fisik, gangguan tidur, memiliki masalah rumah tangga, keuangan, pekerjaan, atau kecanduan alkohol dan menyalahgunakan NAPZA.6

Bunuh Diri, Bahaya Bipolar Bagi Penderita

Orang dengan gangguan bipolar memiliki risiko tinggi untuk melakukan tindakan bunuh diri bila tidak menerima penanganan dan pengobatan yang tepat. Dilansir dari Klikdokter.com, sebanyak hampir 75% pria penderita depresi melakukan tindakan bunuh diri. Sedangkan pada wanita risiko bunuh diri adalah dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan pria.7 Hal ini menjadikan orang dengan gangguan bipolar disebut lebih menjadi ancaman bagi diri mereka sendiri daripada bagi lingkungannya.

Selain ancaman bunuh diri, orang dengan gangguan bipolar juga berisiko lebih tinggi melakukan penyalahgunaan atau ketergantungan zat. Hal ini disebabkan ketika memasuki episode manik atau depresi, mereka menggunakan obat-obatan untuk mendapatkan ketenangan. Orang dengan gangguan bipolar juga sering melukai diri untuk meredakan ketegangan emosinya.8

Selama periode manik, orang dengan gangguan bipolar mungkin melakukan banyak perilaku yang tidak sehat. Dimulai dari situasi keuangan, relasi, dan elemen lain dalam hidup mereka. Saat periode manik, mereka bertindak berdasarkan dorongan hati atau gagasan yang melompat-lompat sehingga mereka melakukan perilaku berisiko tinggi.9

Kematian Dini

Di sisi lain, sebuah penelitian dari Universitas Washington, Amerika Serikat, pada 2009 yang dipublikasikan di jurnal Psychiatric Services, mengemukakan bahwa gangguan bipolar dapat meningkatkan kematian dini akibat penyakit medis. Dahulu, bunuh diri adalah penyebab utama kematian dini pada penderita gangguan bipolar. Namun, penelitian ini menemukan bukti-bukti bahwa penyebab kematian pada penderita bipolar makin didominasi oleh kondisi medis tertentu.

Penelitian ini mencatat beberapa kemungkinan penyebab tingginya risiko kematian dini pada penderita gangguan bipolar. Mulai dari pola makan yang tidak sehat, makan berlebihan, kurang atau tidak berolahraga, kebiasaan merokok, hingga penyalahgunaan zat. Selain itu, akibat kurangnya interaksi sosial, penderitaan sosial, tunawisma, kurangnya akses terhadap layanan kesehatan, hingga kegagalan dokter atau psikolog dalam menangani kondisi medis pasiennya, atau menunda perawatan medis, juga meningkatkan risiko kematian ini.10

Selain risiko terhadap dirinya sendiri, terlepas dari perubahan suasana hati yang ekstrem tersebut, orang dengan gangguan bipolar sering tidak menyadari bahwa betapa ketidakstabilan emosionalnya dapat mengganggu kehidupannya dan orang-orang di sekitarnya.

Hindari Bahaya Bipolar Sekarang Juga

Jika kamu mengalami gejala depresi atau manik, atau mengetahui seseorang yang ada di sekitarmu mengalami gejala tersebut, segera temui psikiater atau psikolog. Hal ini menjadi penting karena gangguan bipolar tidak dapat membaik dengan sendirinya. Dibutuhkan pemeriksaan dan perawatan dari para ahli yang berpengalaman dalam menangani gangguan bipolar untuk dapat membantu mengendalikan gejala tersebut.

Penanganan yang tepat dan dikelola dengan baik dapat membantu meredakan gejala yang muncul. Meskipun gangguan bipolar tidak dapat disembuhkan secara total, orang dengan kondisi ini dapat mengalami periode tanpa gejala dalam waktu yang cukup panjang. Artinya, orang dengan gangguan bipolar dapat mempertahankan suasana hati yang stabil untuk waktu yang lama. Selama interval pemulihan ini, mereka mungkin memiliki sedikit atau tanpa gejala.

Namun, jika seseorang terus mengalami gejala meskipun sudah diobati, penting sekali untuk tidak menyalahkan orang tersebut. Petugas kesehatan, pasien dan caregiver harus terus mencari cara untuk meningkatkan dan menemukan teknik pengobatan yang efektif.11

Jadi, agar gangguan bipolar ini tidak membahayakan penderita atau orang-orang yang ada di sekitarnya, jangan ragu untuk menghubungi dokter atau psikolog terdekat untuk mendapatkan bantuan.

Catatan Kaki

  1. Redaksi Halodoc and Verury V. Handayani, “Apakah Bipolar Termasuk Gangguan yang Berbahaya?,” halodoc, last modified August 14, 2020, accessed November 25, 2020, https://www.halodoc.com/artikel/apakah-bipolar-termasuk-gangguan-yang-berbahaya.
  2. Risky Candra Swari and Mikhael Yosia, “Gangguan Bipolar : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan,” Hello Sehat, September 22, 2016, accessed November 3, 2020, https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/gangguan-bipolar-disorder/.
  3. Halodoc and Handayani, “Apakah Bipolar Termasuk Gangguan yang Berbahaya?”
  4. Swari and Yosia, “Gangguan Bipolar.”
  5. Tjin Willy, “Gangguan Bipolar,” Alodokter, last modified September 3, 2014, accessed November 3, 2020, https://www.alodokter.com/gangguan-bipolar.
  6. Tjin Willy, “Gangguan Bipolar,” Alodokter, last modified September 3, 2014, accessed November 3, 2020, https://www.alodokter.com/gangguan-bipolar.
  7. Ruri Nurulia, “Kenali 5 Gangguan Mental Yang Berbahaya,” Klikdokter.Com, last modified May 1, 2018, accessed November 25, 2020, https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3496223/kenali-5-gangguan-mental-yang-berbahaya.
  8. Halodoc and Handayani, “Apakah Bipolar Termasuk Gangguan yang Berbahaya?”
  9. Halodoc and Handayani, “Apakah Bipolar Termasuk Gangguan yang Berbahaya?”
  10. Nurulia, “Kenali 5 Gangguan Mental Yang Berbahaya.”
  11. Redaksi Halodoc and Verury V. Handayani, “Harus Tahu, Apakah Bipolar Bisa Disembuhkan Total?,” halodoc, last modified August 14, 2020, accessed November 25, 2020, https://www.halodoc.com/artikel/harus-tahu-apakah-bipolar-bisa-disembuhkan-total.

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

Pengobatan Bipolar Disorder: Obat, Terapi, & Keluarga

Pengobatan bipolar disorder bertujuan untuk menekan frekuensi episode manik dan depresi agar penderita bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Peranan obat-obatan, terapi oleh psikiater...

Ciri-ciri Gangguan Mental: 6 Tanda yang Sering Terabaikan

Ciri-ciri gangguan mental bervariasi sesuai dengan indikasi penyakit mental yang mungkin dialami. Namun, ada tanda-tanda umum gangguan mental yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang....

Penyebab Gangguan Mental: 7 Kebiasaan Pemicunya

Penyebab gangguan mental bisa beragam. Namun, ada 7 kebiasaan yang jika dibiarkan bisa menjadi pemicu munculnya gangguan mental. Kenali kebiasan buruk tersebut agar resiko...

Get in Touch

0FansLike
2,507FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Posts

Pengobatan Bipolar Disorder: Obat, Terapi, & Keluarga

Pengobatan bipolar disorder bertujuan untuk menekan frekuensi episode manik dan depresi agar penderita bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Peranan obat-obatan, terapi oleh psikiater...

Ciri-ciri Gangguan Mental: 6 Tanda yang Sering Terabaikan

Ciri-ciri gangguan mental bervariasi sesuai dengan indikasi penyakit mental yang mungkin dialami. Namun, ada tanda-tanda umum gangguan mental yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang....

Penyebab Gangguan Mental: 7 Kebiasaan Pemicunya

Penyebab gangguan mental bisa beragam. Namun, ada 7 kebiasaan yang jika dibiarkan bisa menjadi pemicu munculnya gangguan mental. Kenali kebiasan buruk tersebut agar resiko...

8 Gangguan Mental Paling Umum

Gangguan mental dapat dialami oleh siapa saja dengan berbagai alasan. Penyuluhan dan edukasi tentang gangguan mental di Indonesia sudah mulai membaik dalam 10 tahun...

Gangguan Bipolar: Kenali Penyebab, Gejala, & Perawatan

Gangguan bipolar bisa dialami oleh siapa saja dengan berbagai sebab. Kenali penyebab bipolar, gejala, dan apa yang harus kamu lakukan ketika dokter mendiagnosa kamu...